Ayo jadi reseller, dropship, dan grosir produk kami. MENGUNTUNGKAN

Cerpen Terpopuler – Sepatu Baru Ryan

Wednesday, January 25th 2017.

Udara pagi ini begitu menusuk. Daun-daun di setiap batang pohon masih diselimuti embun. Mentari di ufuk Timur mulai bersinar dengan malunya. Dari ujung jalan terlihat dua remaja sedang tergopoh-gopoh penuh dengan keringat. Mereka bukannya sedang dikejar oleh polisi atau anjing galak, tapi mereka sedang lari pagi. Lari pagi merupakan kegiatan rutin yang mereka lakukan setiap hari Minggu tiba. Selain untuk mengisi waktu luang, lari pagi juga membuat fisik mereka kuat dan sehat. Mereka mempunyai mimpi yang sama yaitu menjadi menjadi seorang atlet dan membanggakan Indonesia di kancah Internasional.

Cerpen - Sepatu Baru Ryan

Cerpen Terpopuler – Sepatu Baru Ryan

“Yan, Lu capek nggak? Gue capek nih. Istirahat dulu yu!” kata Andre pada sahabatnya Ryan.

“Payah Lu, Ndre. Masa baru satu jam saja lari udah tepar.”

“Kita duduk disana bentar ya,” ujar Andre sambil menunjuk bangku warna cokelat dekat warung.

“Yaudah, yu!.”

Mereka pun duduk disana untuk beberapa saat. Andre yang dari tadi kelelahan mulai mengibas-ngibaskan tangannya.

“Yan, Gue pingin beli minuman, haus banget nih,” keluh Andre.

“Lu lihat nggak warung di belakang Lu, masih tutup ‘kan? Mana ada warung pagi buta gini udah buka? Katanya mau jadi atlet. Katanya mau ngebanggain Indonesia. Masa dari tadi ngeluh mulu. Semangat dong!” ujar Ryan penuh semangat sambil menepuk kedua bahu sahabatnya.

Mereka beranjak dari bangku dan mulai melangkahkan kaki ke jalan. Sebentar lagi mereka sampai di gang rumah. Namun tiba-tiba Andre mendadak berhenti karena melihat Ryan. Apa yang terjadi pada Ryan? Apakah Ryan pingsan atau terluka? Bukannya Ryan tadi baik-baik saja?

“Lu kenapa, Yan?” tanya Andre penasaran.

“Kaki Gue kok sakit ya, Ndre.”

“Sini Gue bantuin buka sepatu Lu. Mungkin kaki Lu lecet,” tebak Andre sambil melepaskan satu per satu sepatu Ryan.

“Pelan-pelan, Bro. Sakit nih.”

“Nah … Giliran Lu ‘kan yang ngeluh. Ya ampun Yan, bener tebakkan Gue, kaki Lu lecet.”

“Kok bisa, Ndre. Pantesan sakit banget,” kata Andre menyeringai saking perihnya.

“Yan, kayaknya sepatu Lu kekecilan deh. Pantesan kaki Lu luka. Sebaiknya Lu beli yang baru,” saran Andre.

“Mmmmh, nggak tau deh, Ndre. Kayaknuya tabungan Gue masih belum cukup.” Andre pun memapang Ryan menuju rumahnya.

“Mah, Ryan pulang,” ujar Ryan sambil mengetuk-ngetuk pintu.

Ibu Ryan sangat kaget atas apa yang terjadi pada anaknya. Ryan pun langsung diobati. Andre yang dari tadi berdiri mematung melihat sahabatnya merintih kesakitan akhirnya pamit pulang.

“Yan, sebenarnya kamu kenapa? Kok kaki kamu sampai lecet kayak gini?” kata ibunya penuh dengan rasa heran.

“Iya, Bu, ternyata sepatu aku udah kecil.”

“Kenapa nggak bilang ke Ibu? Kalau kamu kenapa-kenapa gimana?” ujar Ibunya sambil memberikan obat merah pada kaki Ryan yang lecet.

“Maaf ya, Bu, Ryan udah buat Ibu khawatir,” tanggap Ryan sambil memeluk ibunya.

Hari ini adalah hari Senin dan jam sudah menunjukkan 07.20, namun upacara bendera belum juga dimulai.

“Bu, kapan kita mulai upacara benderanya? Kami udah kepanasan, Bu,” keluh seorang siswa pada gurunya.

“Sabar, Damar. Kita masih menunggu pembaca teks UUD ’45 nya datang.”

“Memang siapa Bu petugasnya? Kok lama sekali,” tanya Damar sedikit kesal.

“Ryan.”

“Bu, itu Ryan datang?” kata siswa lainnya sambil menunjuk pada Ryan.

“Maaf, Bu. Saya terlambat. Tadi saya harus menitipkan makanan dulu ke pasar,” kata Ryan berusaha menjelaskan apa yang terjadi.

“Lain kali jangan terlambat lagi ya. Kasihan teman-temanmu kepanasan dari tadi” saran Bu Ani yang hari ini menjadi Pembina upacara.

“Yan, kok Lu pakai sandal sih?” tanya Damar.

Belum sempat Ryan menjelaskan pada Damar, tiba-tiba Andre datang dan dia menyuruh Ryan untuk memakai sepatunya. Upacara pun dimulai. Semua peserta terlihat sangat khidmat. Ryan pun sukses membacakan UUD ’45. Setelah selesai upacara para siswa masuk ke kelas masing-masing, termasuk Ryan dan Andre. Mereka langsung duduk di bangku paling depan. Setelah jam istirahat tiba, mereka dippanggil oleh wakil kepala sekolah.

“Wah, ada apa ya Ndre? Gue takut nemuin Bapak wakasek. Jangan-jangan beliau mau menghukum Gue, gara-gara tadi terlambat,” kata Ryan dengan wajah penuh tanda tanya.

“Gue juga nggak tau, Yan. Udahlah kita positive thinking aja.”

Mereka pun mengetuk pintu dan masuk ke dalam ruangan wakasek. Ternyata disana sudah ada dua siswa lain, Mirna dan Rika.

“Selamat siang, Pak. Apakah Bapak memanggil kami berdua?” kata Andre dengan penuh rasa canggung.

“Andre, Ryan, silahkan duduk!”

“Ada apa ya, Pak?” tanya Ryan gemetaran.

“Begini. Pada hari Jum’at kemarin, sekolah mendapatkan undangan dari kantor Dinas Pendidikan bahwa dua minggu lagi akan ada Lomba Lari se-kabupaten dan setiap sekolah harus mengirimkan dua laki-laki dan dua perempuan sebagai perwakilan untuk mengikuti lomba
tersebut. Oleh karena itu, Bapak memilih kalian berempat untuk mengikuti lomba tersebut. Bagaimana menurut kalian?’ jelas Wakasek antusias. Ryan, Andre, dan dua orang siswa lainnya sangat senang dan setuju. Mereka tidak menyangka bisa terpilih untuk mengikuti lomba tersebut.

“Ndre, Gue nggak nyangka kita kepilih. Ini bisa jadi langkah awal kita buat jadi atlet.

Pokoknya kita harus ngebanggain sekolah kita,” ujar Ryan pada Andre saat pulang sekolah.

“Iya, Gue juga, Yan. Kita harus semangat. Banggakan sekolah, banggakan Indonesia,” tanggap Andre dengan penuh semangat.

“Bentar deh, Ndre. Gimana Gue bisa ikut lomba? Sepatu Gue satu-satunya ‘kan udah rusak,” keluh Ryan.

“Lu tenang aja, Yan. Emmh, mending Lu nanti ke rumah Gue ya. Gue punya kejutan buat Lu.”

Ryan sangat penasaran dengan kejutan yang akan diberikan oleh sahabatnya, namun setiap kali dia bertanya, Andre hanya menjawab: “Udah, lihat saja nanti, Yan.”

“Mah, Ryan pulang,” kata Ryan setibanya di rumah.

Dia tidak langsung menceritakan berita bahagianya pada ibunya. Setelah ganti baju, dia langsung pergi ke rumah Andre.
“Yan, sini masuk,” ajak Andre ketika Ryan sampai di rumahnya.

“Adek kamu kemana, Ndre? Kok tumben dia nggak ngebuntutin Lu?”

“Lu bisa saja, Yan. Dini lagi main di rumah Kakek. Nih Yan, coba dulu. Pas nggak di kaki Lu?” kata Andre sambil menyerahkan sepatu running adidas red black.

“Ini sepatu lari, Lu, Ndre? Kok aku belum pernah lihat?” tanya Ryan sambil memasangkan sepatu.

“Iya. Ini pemberian dari paman Gue bulan lalu. Gimana pas nggak?”

“Wah pas banget, Yan, ringan, nyaman, elegan, dan tidak panas di kaki. Darimana paman Lu beli sepatu lari sebagus ini?

“Syukurlah kalau pas, Yan. Katanya sih paman Gue beli di online shop: di ayobelanjabaju.com.”

“Wah, nanti kalau tabungan Gue udah cukup, Gue juga mau beli ah.”

“Lu nggak usah beli. Sepatu ini buat Lu aja. Gue ‘kan punya dua.”

“Tapi, Ndre …”

“Udah Yan. Ini semua demi mimpi kita buat jadi atlet.”

Ryan pun menerima sepatu tersebut dengan senangnya. Dia berkali-kali mengucapkan terimakasih pada Andre. Hari mulai malam, Ryan pun pamit. Dia sudah tidak sabar ingin segera sampai di rumah dan memberitahukan semua hal yang luar biasa pada ibunya. Dia juga berjanji pada dirinya bahwa dia akan terus giat berlatih agar suatu saat nanti dia bisa menjadi seorang atlet Indonesia sejati.

Produk terbaru

New
Rp 79.500
Order Sekarang » SMS : 0852 8820 2838
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeDS3060
Nama BarangT-Shirt Asian Games 2018 Football
Harga Rp 79.500
Lihat Detail
Stok : 100
New
Rp 79.500
Order Sekarang » SMS : 0852 8820 2838
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeDS3059
Nama BarangKaos Asian Games 2018 VolleyBall
Harga Rp 79.500
Lihat Detail
Stok : 100
New
Rp 79.500
Order Sekarang » SMS : 0852 8820 2838
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeDS3060
Nama BarangBaju Asian Games 2018 Sepakbola
Harga Rp 79.500
Lihat Detail
Stok : 100
New
Rp 79.500
Order Sekarang » SMS : 0852 8820 2838
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeDS3056
Nama BarangT-Shirt Asian Games 2018 Jakarta Palembang
Harga Rp 79.500
Lihat Detail
Stok : 100
New
Rp 92.500
Order Sekarang » SMS : 0852 8820 2838
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeDS3058
Nama BarangKaos Asian Games 2018 Jakarta Palembang
Harga Rp 92.500
Lihat Detail
Stok : 100
New
Rp 92.500
Order Sekarang » SMS : 0852 8820 2838
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeDS3058
Nama BarangBaju Family Asian Games 2018 Jakarta Palembang
Harga Rp 92.500
Lihat Detail
Stok : 100
New
Rp 79.500
Order Sekarang » SMS : 0852 8820 2838
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeDS3057
Nama BarangBaju Asian Games 2018 Jakarta Palembang
Harga Rp 79.500
Lihat Detail
Stok : 100
New
Rp 79.500
Order Sekarang » SMS : 0852 8820 2838
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeDS3036
Nama BarangT-Shirt Piala Dunia Rusia 2018 Team Samba Brazil
Harga Rp 79.500
Lihat Detail
Stok : 100