Ayo jadi reseller, dropship, dan grosir produk kami. MENGUNTUNGKAN

Cerpen – Sebuah Bingkisan Untuk Mantan

Tuesday, January 24th 2017.
Cerpen - Bingkisan Untuk Mantan

                                                     Cerpen – Bingkisan Untuk Mantan

“Jeng, gimana menurut Lu film tadi?” kata Susi pada Ajeng.

“Ah, biasa aja, Sus. Gue lebih suka film horror daripada film cinta-cintaan kayak tadi. Ih, nggak penting banget deh.”

“Ah Lu, Jeng. Jangan naïf lho. Lu sih jomblo, makannya nggak tahu gimana rasanya jatuh cinta.”

“Bodo amat.”

Ajeng dan Susi baru saja selesai nonton film di bioskop. Ketika sedang berjalan menuju parkiran, tiba-tiba …

“Sus, kita makan dulu yuk. Gue laper banget,” bujuk Ajeng.

“Lah, bukannya Lu udah makan popcorn banyak banget. Bagianku aja Lu makan. Perut Lu karet atau apa sih?” jawab Susi kesel.

“Jangan gitu dong, Sus. Emang Lu mau ngangkat Gue kalau nanti Gue pingsan di jalan, nggak ‘kan?

Susi pun mengalah. Mereka mampir ke sebuah restaurant yang berada di samping bioskop. Susi dan Ajeng menjadi dekat setelah Ajeng dan keluarganya pindah ke kontrakan persis di depan rumah Susi tiga bulan yang lalu. Persahabatan mereka memang belum cukup lama, namun mereka sudah seperti keluarga. Tidak adalagi rasa canggung diantara keduanya.

Bahkan candaan dengan cara menghina pun bagi mereka sudah biasa.

“Jeng, Lu tau nggak kalau si Lita itu udah punya anak?” kata Ajeng sambil makan nasi goreng.

“Tau lah. Lu tau sendiri ‘kan kalau gosip di kampus itu cepet banget merembetnya,” jawab Ajeng sedikit kesal.

“Jadi bener, kalau si Lita hamil karena si Doni, mantan pacar Lu?”

“Ya gitu deh,” jawab Ajeng sewot.

“Woi, biasa aja deh tuh muka. Sewot banget. Lu masih cinta sama si Doni?” tanya Susi sambil ketawa.

“Cinta dari mana? Dari Hongkong? Enggaklah. Ngapain cinta sama orang kayak dia, yang ada malah Gue benci sama dia. Sekarang Gue bersyukur karena dulu udah putuisn dia. Kalau enggak … Ih amit-amit deh. Sus, mending kamu putusin aja deh si Andre?” ujar Ajeng.

“Lah kenapa? Kok malah nyindir Gue. Tenang aja, Jeng. Gue sama Andre nggak bakalan sampe kayak gitu. Andre ‘kan baik orangnya.”

“Tapi tetep Lu kudu ati-ati.”

“Iya-iya. Dasar bawel Lu. Udah. Lu habisin aja nasi gorengnya.”

Setelah makan, mereka pun pulang. Setibanya di rumah, Ajeng cerita soal Lita dan mantan pacarnya, Doni, pada ibunya yang berada di dapur. Dia disaranin untuk tetap bersikap baik pada mereka apalagi pada Lita. Tidak ada alasan untuk Ajeng untuk membenci mereka.

Walaupun Doni pernah menyakitinya, namun memaafkan adalah cara yang terbaik dalam sebuah hubungan.

“Lalu apa yang harus aku lakukan, Bu?” tanya Ajeng pada Ibunya yang sedang menggoreng ikan kesukaan Ajeng.

“Emh, Ibu juga nggak tahu. Begini aja. Gimana kalau kamu belikan baju untuk bayi mereka?”

“Kira-kira dimana ya, Bu, Ajeng bisa beli bajunya?

“Banyak. Coba besok kamu ajak si Susi ke supermarket di seberang jalan sana.”

“Iya deh, mumpung besok hari Minggu, aku akan ajak Susi. Semoga aja dia mau ya, Bu.”

Keesokkan harinya setelah Ajeng dan Susi lari pagi, tanpa mengganti baju terlebih dahulu, mereka pergi ke supermarket.

“Gimana, udah ketemu nggak yang cocok?” tanya Susi pada Ajeng yang sudah mulai bosan.

“Bentar, Sus. Dikit lagi. Tapi kok belum nemu ya yang cocok. Gue mulai capek, Sus, milih-milih kayak gini,” keluh Ajeng.

“Lah apalagi Gue, Jeng. Kaki Gue udah pegel nih. Kenapa sih Lu nggak coba cari di online shop aja? ‘Kan praktis. Lu nggak usah cari manual kayak gini. Lu tinggal lihat gambar- gambarnya di handphone Lu. Simple ‘kan,” saran Susi pada Ajeng sambil menyerahkan smartphone barunya.

“Lu bener juga yah. Idih, mentang-mentang smartphone Lu anyar. Sorry ya, paket data Gue lebih banyak daripada Lu.”

“Udah, cepetan ketik alamat webnya: www.ayobelanjabaju.com.”

Ajeng pun mulai asik melihat berbagai model baju bayi di website tersebut. Dia pun memilih Jumper Kutung Baby Cute Animals karena selain harganya yang terjangkau, katanya bahannya juga lembut, hangat di tubuh, nyaman dipakai, dan elastis. Ajeng langsung memesannya.

“Gue udah pesen yang ini, Sus. Gimana menurut Lu?” ujar Ajeng sambil menunjukkan gambar baju tersebut.

“Bagus banget, Jeng. Gue nggak salah nyaranin online shop ke Lu ‘kan?” jawab Susi sambil tersenyum puas.

“Makasih Susi Cantik.”

Setelah itu mereka buru-buru pulang karena mereka malu banyak orang yang memperhatikan penampilan mereka yang masih mengenakan baju olahraga. Beberapa hari kemudian, sebuah paket baju pun datang. Ajeng membukanya dan langsung menelpon Susi untuk menemaninya pergi kerumah Lita yang jaraknya lumayan jauh dari perum mereka.

“Permisi, apakah ada orang di rumah?” kata Susi ketika sampai di rumah Lita. Beberapa kali Ajeng dan Susi mengetuk pintu namun tetap tidak ada yang menjawab. Ketika mereka melangkahkan kaki untuk pulang, tiba-tiba seorang perempuan dengan bayi dipangkuannya keluar dan menyapa mereka. Ternyata dia adalah Lita dan disusul dengan seorang laki-laki dibelakangnya. Dia adalah Doni, suami Lita dan sekaligus mantan pacarnya Ajeng.

“Susi, Ajeng?” sapa Lita dengan sedikit kaget.

“Hai Lit, Don. Apa kabar?” kata Ajeng.

Lita pun mengajak mereka masuk ke dalam rumah. Dia senang sekali karena Ajeng dan Susi mau menemui mereka.

“Kalian mau minum apa?” tanya Doni pada Ajeng dan Susi.

“Apa aja deh Don, yang penting rasa jeruk,” jawab Susi sekenanya.

“Lah, Lu bilang aja, mau es jeruk, susah amat,” sindir Ajeng yang membuat semua orang tertawa.

Ajeng pun menyerahkan sebuah bingkisan yang berisi baju bayi pada Lita. Lita mengucapkan terimakasih pada Ajeng karena sudah mau menemuinya. Beberapa saat kemudian, Doni datang dengan minumannya. Dia mengajak Ajeng ke luar rumah sebentar.

“Jeng, Gue mau ngomong sesuatu sama Lu,” kata Doni.

“Iya Don, ada apa? Santailah Don, serius amat.”

“Maafin Gue ya Jeng, dulu Gue pernah menduain Lu,” ujar Doni dengan wajah tertunduk.

“Ya ampun Don, udahlah. Mungkin jodoh Lu memang Lita. Gue udah maafin Lu. Maafin Gue juga ya Don. Yu, kita masuk lagi, Gue nggak enak sama istri Lu.”

Doni dan Ajeng pun masuk kembali ke dalam rumah. Tidak ada kebencian sedikit pun yang tergambar di wajah Ajeng. Dia sudah mengikhlaskan semuanya. Dia percaya semua hal yang terjadi di dalam hidupnya sudah digariskan oleh Tuhan.

Produk terbaru

New
Rp 98.500
Order Sekarang » SMS : 0852 8820 2838
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeCMB301
Nama BarangJUAL KAOS COUPLE MAS BRO & MBA BRO TERLARIS
Harga Rp 98.500
Lihat Detail
Stok : 6
New
Rp 74.500
Order Sekarang » SMS : 0852 8820 2838
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeANJ301
Nama BarangJUAL KAOS COUPLE ANAK JALANAN TERLARIS
Harga Rp 74.500
Lihat Detail
Stok : 6
New
Rp 62.900
Order Sekarang » SMS : 0852 8820 2838
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeCLV301
Nama BarangJUAL KAOS COUPLE MERAH LOVE TERLARIS
Harga Rp 62.900
Lihat Detail
Stok : 6
New
Rp 79.000
Order Sekarang » SMS : 0852 8820 2838
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeBCS302
Nama BarangJUAL KAOS COUPLE SEGITIGA HITAM PUTIH
Harga Rp 79.000
Lihat Detail
Stok : 6
New
Rp 99.000
Order Sekarang » SMS : 0852 8820 2838
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeDWM103
Nama BarangJUAL DRESS WANITA MERAH TERLARIS
Harga Rp 99.000
Lihat Detail
Stok : 6
New
Rp 75.000
Order Sekarang » SMS : 0852 8820 2838
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeDWM012
Nama BarangJUAL DRESS KRISTY MERAH TERLARIS
Harga Rp 75.000
Lihat Detail
Stok : 6
New
Rp 189.000
Order Sekarang » SMS : 0852 8820 2838
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeDMW101
Nama BarangJUAL DRESS AZURA TERLARIS
Harga Rp 189.000
Lihat Detail
Stok : 6
New
Rp 119.900
Order Sekarang » SMS : 0852 8820 2838
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeDBM101
Nama BarangJUAL DRESS MERAH BUNGA TERLARIS
Harga Rp 119.900
Lihat Detail
Stok : 6