Ayo jadi reseller, dropship, dan grosir produk kami. MENGUNTUNGKAN

Cerpen Populer – Denada is My Rival

Tuesday, March 7th 2017.

Denada adalah satu-satunya rival Gue yang masih bertahan sampai sekarang sejak SMP. Entah disengaja atau tidak, dia selalu satu sekolah sama Gue dari dulu, bahkan pernah satu kelas. Terlebih kini Gue satu jurusan di salah satu kampus ternama di Lampung. Gue sebel banget sama dia. Gayanya yang so cantik dan so pintar kadang buat muak, tapi Gue nggak sedikit pun benci sama dia. Malah Gue jadi termotivasi buat bisa lebih segalanya dari dia, bahkan suatu hari Gue pernah ngikuti dia sampai rumahnya tanpa sepengetahuan Denada karena Gue penasaran dan pingin tau apa saja yang dia lakukan. Terkadang Gue heran kenapa banyak orang yang kagum sama dia? Dan kenapa dia jadi incaran banyak cowok di kampus? Bukankah Gue lebih cerdas dan tajir.

Cerpen Populer - Denada is My Rival

                          Cerpen Populer – Denada is My Rival

“Nis… Nis… Lu kenapa? tanya Riska temen akrab Gue sambil menggoyang-goyangkan tubuh Gue. “Woooi, Nis. Jangan ngelamun!”

“Hei, Ris. Nggak, Gue nggak ngelamun kok.”

“Lu jangan bohong. Pasti Lu masih mikirin si Denada, rival-Lu itu? Iya ‘kan?

“Lu so tau Ris.”

“Alaaaah, ngaku aja deh Lu. Udah deh Nis, jangan kayak anak kecil terus deh! Gue tau, Lu pingin ngunggulin dia di pemilihan ketua BEM nanti, tapi apa salahnya sih Lu deketin si Denada? Mungkin selama ini pemikiran Lu ke si Denada itu salah. Mungkin saja dia orangnya–welcomed,”

Hari ini Gue merasa lelah banget. Gue nggak bisa fokus di kelas dan hari ini Gue kalah sama si Denada. Dia berhasil menarik perhatiannya Pak Narto, dosen Comparative Literature yang super sulit kalau soal nilai, dengan pertanyaan-pertanyaannya. Ketika menuju parkiran terlihat Denada sedang mendorong sepedanya.

“He…i, se..peda Lu kenapa?” kata Gue sedikit gagap.

“Hei. Anis… Riska. Nggak tahu nih. Sepertinya bannya bocor,” kata Denada dengan senyuman.

“Denada, gimana kalau Lu pulangnya bareng kita aja?” sarang Riska.

“Apa-apaan sih Lu, Ris?” bisik Gue pada Riska protes.

Denada pun berpikir sejenak. Awalnya dia terlihat ingin mengiyakan tawaran si Riska, namun mungkin karena melihat ekspresi muka Gue yang kurang ramah, akhirnya dia memilih berjalan saja.

Hari berikutnya, Gue tambah sebel sama si Denada. Gimana nggak sebel melihat dia lagi makan bareng sama gebetan Gue, terlihat mesra lagi. Perasaan Gue mix, sedih, kecewa, marah, sebel, benci melihat gebetan gue sama si Denada berdua-duan kayak gitu. Padahal Gue udah jatuh cinta sama si Erwin sejak masuk kuliah, tapi kenapa dia malah milih si Denada dibanding Gue? Oh, Tuhan.

Gue langsung berlari ke toilet dan menguncinya, disana Gue nangis sejadi-jadinya. Sampai-sampai si Riska ngetuk-ngetuk pintu toilet.

“Nis, Lu kenapa?”

Gue nggak peduliin pertanyaannya si Riska, Gue terus saja nangis. Sampai akhirnya, suara yang Gue kenal dan yang paling Gue benci sekarang terdengar.

“Anis, Lu kenapa? Kenapa Lu nangis? Bukain pintu toiletnya ya!” kata Denada.

Gue nggak tau kenapa dia bisa tau kalau Gue ada di toilet. Gue bener-bener malu dan ngerasa give up on her. Gue pun akhirnya keluar, namun emosi Gue masih nggak bisa terkontrol.

Tiba-tiba saja tangan Gue melayang ke pipi Denada, Gue teriak-teriak kalau dia itu pecundang dan perebut gebetan orang. Denada pun kaget. Dia berusaha menjelaskan apa adanya bahwa dia dan Nathan hanya teman. Namun Gue nggak percaya. Dia juga bertanya mengapa sikap Gue selama SMP selalu dingin ke dia. Gue pun langsung jelasin panjang lebar ke dia. Tiba-tiba toilet pun jadi penuh dengan orang-orang yang melihat pertengkaran Gue sama si Denada. Mendengar penjelasan Gue, Denada pun meminta maaf sambil menangis dan pergi dari hadapan Gue.

Esok harinya, hampir seharian Gue nggak liat Denada di kelas atau pun di kampus. Apakah mungkin dia marah sama Gue? Tapi kok sampai nggak masuk kuliah? Bukankah selama ini dia selalu rajin masuk meskipun sakit? Entahlah Gue semakin bingung. Kenapa juga Gue harus mikirin dia? Kalau dia nggak ke kampus berarti perhatian orang-orang bakal tertuju pada Gue. Tapi …

Ketika Gue menuju parkiran. Tiba-tiba satpam memberikan sebuah bingkisan ke Gue, katanya sih titipan dari seseorang. Tapi siapa? Apakah mungkin Nathan? Lalu bingkisan apa ini?

Ulang tahun Gue kan masih 2 minggu lagi. Ketika Gue buka isinya, Gue kaget. LP T-Shirt Couple Cerpe Diem, baju couple lengan panjang masa kini. Gue udah lama pingin baju ini.

Rencananya sih buat dipakai saat ultah nanti. Tapi sampai sekarang pacar aja belum dapet.

“Ciee, Anis. Baju couple. Jadi dong pakai baju couple di ultah,” ujar Riska yang tiba-tiba datang.

“Ya ampun, Ris. Lu hampir buat jantung Gue copot.”

“Lu jadi beli baju couple lengan panjang di ayobelanjabaju.com?”

“Gue nggak beli. Gue dikasih, tapi belum tau siapa yang beri ini ke Gue.”

Riska pun terlihat berpikir mencari tahu siapa yang memberi baju tersebut. Gue yakin bukan Nathan. Kalau bukan Nathan lalu siapa? Tiba-tiba sepucuk surat menempel di dalam bungkusan tersebut. Sepucuk surat permintaan maaf yang membuat hati ini menangis dan penuh dengan penyesalan. Sepucuk surat dari my rival, Denada.

“Anis. Gue Denada. Gue bener-bener minta maaf ke Lu, kalau sejak SMP dampai sekarang, Gue udah buat susah hidup Lu. Sebenarnya, dari dulu Gue pingin deket dan kenal lebih jauh sama Lu, tapi Lu selalu menghindar. Mulai hari ini sampai semester depan Gue nggak kuliah di kampus Lu. Bukan karena kita marahan kemarin? Kebetulan Gue dapet scholarship di Amerika selama satu tahun 4 bulan yang lalu dan mungkin ketika Lu baca surat ini, Gue lagi di pesawat. Sekali lagi Gue minta maaf. Soal Nathan. Gue sama Nathan nggak ada apa-apa. Dia sempat cerita kalau dia juga suka sama Lu. Lu coba deketin Nathan lebih serius lagi ya. Jangan lupa kasih satu baju couple ini ke dia, agar Lu dan Nathan bisa pakai baju couple buat ngerayain hari ultah Lu. Happy birthday anyway. Sukses selalu ya. Semoga satu tahun lagi kita bisa ketemu dan menjadi sahabat yang baik”

Membaca surat tersebut, Gue jadi sadar bahwa selama ini pandangan Gue ke Denada salah. Kedepannya Gue bener-bener harus bisa memperbaiki diri. Sambil membawa bingkisan dan surat tersebut, Gue dan Riska masuk mobil. Sepanjang perjalanan menuju rumah, Gue berdoa pada Tuhan semoga Gue bisa bertemu lagi dengan Denada, my rival and to be my best friend the future.

Produk terbaru

New
Rp 74.500
Order Sekarang » SMS : 0852 8820 2838
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeANJ301
Nama BarangJUAL KAOS COUPLE ANAK JALANAN TERLARIS
Harga Rp 74.500
Lihat Detail
Stok : 6
New
Rp 99.000
Order Sekarang » SMS : 0852 8820 2838
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeDWM103
Nama BarangJUAL DRESS WANITA MERAH TERLARIS
Harga Rp 99.000
Lihat Detail
Stok : 6
New
Rp 75.000
Order Sekarang » SMS : 0852 8820 2838
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeDWM012
Nama BarangJUAL DRESS KRISTY MERAH TERLARIS
Harga Rp 75.000
Lihat Detail
Stok : 6
New
Rp 189.000
Order Sekarang » SMS : 0852 8820 2838
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeDMW101
Nama BarangJUAL DRESS AZURA TERLARIS
Harga Rp 189.000
Lihat Detail
Stok : 6
New
Rp 119.900
Order Sekarang » SMS : 0852 8820 2838
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeDBM101
Nama BarangJUAL DRESS MERAH BUNGA TERLARIS
Harga Rp 119.900
Lihat Detail
Stok : 6
New
Rp 83.900
Order Sekarang » SMS : 0852 8820 2838
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode21849
Nama BarangJUAL KEMEJA COUPLE KOTAK KOMBINASI TERLARIS
Harga Rp 83.900
Lihat Detail
Stok : 6
New
Rp 119.900
Order Sekarang » SMS : 0852 8820 2838
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeKCG301
Nama BarangJUAL KEMEJA COUPLE BIRU GARIS HITAM PUTIH TERLARIS
Harga Rp 119.900
Lihat Detail
Stok : 6