Ayo jadi reseller, dropship, dan grosir produk kami. MENGUNTUNGKAN

Awal dan Akhir Perjalanan Cinta Di Stasiun

Wednesday, December 28th 2016.

Di Stasiun Itu

Kinar adalah seorang cewek yang sangat kecanduan ponsel. Lima menit saja tidak pegang ponsel, dia sudah merasa panik. Saat dia sedang kuliah, dia lebih banyak fokus ke ponsel dibanding ke dosen yang sedang mengajar. Kebiasaannya ini baru berlangsung selama satu bulan terakhir. Dulunya Kinar malah termasuk orang yang gaptep. Dia punya smartphone tapi jarang banget dipakai. Mentok dia pakai untuk mendengarkan lagu dan mengirim pesan ke mbak laundry langganannya.

“Hp lu gue sita lho kalau main terus,” ancam Sita saat mereka sedang mengerjakan tugas kelompok.

“Iya iya bentar! Gue pamitan dulu nih,” jawab Kinar.

“Udah semua hp dikumpulin nih di tengah biar nggak ada yang main-main. Adil!” kata Yesi.

Kebiasaan mengumpulkan ponsel saat mengerjakan tugas sebenarnya sudah sering dilakukan sejak lama. Ini juga idenya Kinar. Sayangnya, akhir-akhir ini malah dia sendiri yang mukanya jadi kecut kalau ponselnya diminta.

di stasiun itu

Semua perubahan pada Kinar itu bisa dirasakan teman-temannya sejak Kinar kenal seorang cowok yang namanya Bima. Awalnya sih Bima follow Instagram Kinar. Bima selalu memberikan like pada setiap foto yang diunggah oleh Kinar. Bima juga memberikan komentar di beberapa foto. Tak berselang lama, dia menuliskan pesan melalui direct message di Instagram.

Namanya juga jomblo selama tujuh tahun, Kinar akhirnya sering chatting. Mereka sudah punya pin bbm masing-masing. Kinar merasa nyaman dengan perhatian yang diberikan oleh Bima.

“Kamu udah makan belum? Jangan telat makan ya,” kata Bima setiap kali waktu makan siang dan makan malam.

Kinar merasa istimewa. Selama ini nggak ada orang apalagi cowok yang memperlakukan dia seperti itu.

“Biasanya gue mau makan atau enggak juga nggak ada yang peduli. Gue sakit aja harus rela ke dokter sendiri,” kata Kinar saat awal-awal mendapat perhatian lebih dari Bima.

Setelah satu bulan dekat, Bima akhirnya menyatakan perasaannya.

“Sebenarnya apa yang kamu rasain ke aku?” tanya Bima.

“Maksudnya?”

“Perasaan kamu ke aku tuh gimana?”

“Aku nyaman deket sama kamu.”

“Udah itu aja?”

“Ya terus? Maunya?”

“Aku tuh sayang sama kamu. Aku mau kita lebih dari sekedar temen. Emang sih kita belum pernah ketemu tapi nggak tau kenapa aku selalu senyum-senyum sendiri kalau inget kamu. Rasanya ada yang kurang kalau kamu nggak bales chat.”

“Gimana ya? Aku masih belum tahu. Aku butuh waktu.”

“Aku nggak maksa kok. Oya, dua minggu lagi aku libur kerja. Aku akan ke Jakarta. Kita ketemuan ya.”

Kinar menyetujui pertemuan itu. Kinar sudah membeli baju couple di ayobelanja.com. Baju cowok dikirim ke Jogja, kampung halaman Bima.

“Nanti kamu pakai baju itu ya. Jadi pas ketemuan nggak akan salah orang,” ungkap Kinar.

“Okay. Harusnya kamu nggak usah repot-repot,” jawab Bima.

Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Bima datang ke Jakarta dari Jogja dengan harapan bisa mendapatkan jawaban atas cintanya ke Kinar. Pagi-pagi sekali Bima sudah sampai di stasiun Gambir.

Kinar yang biasanya bangun jam 9 pagi juga sudah sap-siap sejak subuh. Bahkan semalaman dia nggak bisa tidur. Dia memikirkan apa yang akan dia katakan saat bertemu Bima. Dia juga takut jangan-jangan Bima cuma penipu. Rasa excited campur takut berkecamuk.

“Kamu di sebelah mana? Aku udah sampai di stasiun nih,” kata Bima.

“Iya. Kamu langsung keluar aja. Aku tunggu di pintu keluar ya,” jawab Kinar.

“Okay.”

Nggak lama kemudian, sosok cowok yang tinggi dengan kulit yang kecoklatan datang. Kinar yakin itulah Bima karena baju yang dia pakai.

“Nggak nyangka, tuh cowok beneran pakai baju couple dari gue,” ungkap Kinar dalam hati.

“Hai, Kinar ya?” sapa cowok itu yang mengagetkan lamunan Kinar.

“Ohh, hai. Iya,” jawab Kinar nervous.

“Mau kemana kita?” tanya Bima.

“Ha?”

Kinar malah menunjukkan muka begonya karena bingung dan ada rasa takut juga.

“Iya, kita mau kemana? Masak mau berdiri aja di depan stasiun. Hehehe.”

“Oh… Kamu penginnya kemana?” jawab Kinar sudah agak tenang.

“Terserah kamu aja. Tempatnya nggak penting yang penting sama kamu.”

Kinar tersenyum malu mendengar ucapan Bima itu.

“Kita sarapan aja ya. Kamu pasti laper habis perjalanan jauh,” kata Kinar.

Bima hanya menurut saja. Keduanya lalu menju parkir dan mengendari motor Kinar. Awalnya ada rasa canggung yang dirasakan Kinar. Sikap Bima yang sering konyol dan lucu membuat Kinar merasa nyaman.

Canggung itu mulai hilang. Rasa takut juga sudah lenyap dari pikiran Kinar. Seharian keduanya jalan-jalan keliling Jakarta. Mengunjungi tempat-tempat yang sering didatangi Kinar. Sayang, kebersamaan itu harus segera berakhir. Pukul 21.00 kereta yang akan membawa Bima ke Jogja lagi sudah berangkat. Awalnya Kinar mengira Bima akan menginap beberapa hari di Jakarta. Ternyata tidak.

“Aku datang ke sini cuma buat ketemu kamu,” kata Bima.

Dengan berat hati, Kinar harus melepas Bima pergi. Sebelum Bima banar-benar pergi, Kinar menjawab perasaan Bima.

“Aku juga sayang sama kamu. Aku mau kita lebih dari temen,” kata Kinar.

Bima hanya diam. Dia tertunduk. Wajahnya kini jadi nampak sangat sedih. Dia terdiam beberapa saat.

“Kok kamu diem. Kamu nyesel jalan sama aku?” tanya Kinar.

Bima lalu memegang tangan Kinar.

“Aku seneng banget kamu bisa membalas perasaanku. Hari ini jadi hari paling menyenangkan dalam hidupku. Tapi…,” ucapan Bima tiba-tiba terputus.

“Tapi apa?”

“Kinar maafin aku ya. Sebenarnya aku ke Jakarta memang buat ketemu kamu untuk pertama dan terakhir kalinya.”

“Maksudnya?”

“Stasiun ini jadi awal dan akhir. Stasiun ini mempertemukan dan memisahkan kita. Aku sayang banget sama kamu. Tapi aku nggak bisa sama kamu. Aku udah dijodohin. Aku nggak bisa nolak permintaan orangtuaku. Aku udah berusaha menjelaskan tentang kamu ke mereka tapi tetap tidak ada hasil baik. Mereka tidak merestui kita,” jelas Bima.

Kinar tidak bisa membendung airmatanya. Bima mengusap airmata Kinar padahal matanya sendiri juga berkaca-kaca. Kinar tidak berkata apa-apa. Bima memeluknya untuk terakhir kalinya. Kinar masih diam. Dia tidak berkata apa-apa. Bima lalu pergi dan menghilang dari pandangan Kinar. Tidak ada satu kata pun yang Kinar ucapkan selain tangisan.

Produk terbaru

New
Rp 98.500
Order Sekarang » SMS : 0852 8820 2838
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeCMB301
Nama BarangJUAL KAOS COUPLE MAS BRO & MBA BRO TERLARIS
Harga Rp 98.500
Lihat Detail
Stok : 6
New
Rp 74.500
Order Sekarang » SMS : 0852 8820 2838
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeANJ301
Nama BarangJUAL KAOS COUPLE ANAK JALANAN TERLARIS
Harga Rp 74.500
Lihat Detail
Stok : 6
New
Rp 62.900
Order Sekarang » SMS : 0852 8820 2838
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeCLV301
Nama BarangJUAL KAOS COUPLE MERAH LOVE TERLARIS
Harga Rp 62.900
Lihat Detail
Stok : 6
New
Rp 79.000
Order Sekarang » SMS : 0852 8820 2838
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeBCS302
Nama BarangJUAL KAOS COUPLE SEGITIGA HITAM PUTIH
Harga Rp 79.000
Lihat Detail
Stok : 6
New
Rp 99.000
Order Sekarang » SMS : 0852 8820 2838
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeDWM103
Nama BarangJUAL DRESS WANITA MERAH TERLARIS
Harga Rp 99.000
Lihat Detail
Stok : 6
New
Rp 75.000
Order Sekarang » SMS : 0852 8820 2838
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeDWM012
Nama BarangJUAL DRESS KRISTY MERAH TERLARIS
Harga Rp 75.000
Lihat Detail
Stok : 6
New
Rp 189.000
Order Sekarang » SMS : 0852 8820 2838
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeDMW101
Nama BarangJUAL DRESS AZURA TERLARIS
Harga Rp 189.000
Lihat Detail
Stok : 6
New
Rp 119.900
Order Sekarang » SMS : 0852 8820 2838
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeDBM101
Nama BarangJUAL DRESS MERAH BUNGA TERLARIS
Harga Rp 119.900
Lihat Detail
Stok : 6